Screen Shot 2017-08-02 at 3.32.52 pm

Almarhum Les Murray

Les Murray adalah salah satu tokoh terpenting dalam perkembangan sepakbola di Australia. Bersama Johnny Warren, Les Murray memperjuangkan popularitas sepakbola sejak awal 1980-an. Mereka berdua membentuk tim yang paling menonjol dalam siaran sepakbola lewat saluran SBS. Les menjadi sesorang yang ikonik dan tak bisa dipisahkan dari sejarah sepakbola periode National Soccer League sampai sekarang. Seperti Johnny Warren, Les Murray juga akan diperingati dengan semacam ‘upacara pemakaman negara’.

Les Murray adalah seorang pengungsi, yang mengungsi dari rezim komunis di Hungaria dan akhirnya sampai di Australia ketika dia berumur 12 tahun. Nama aslinya, Lásló Ürge terlalu sulit untuk orang Australia secara umum. Jadi dia mengganti namanya dengan sebuah nama yang jauh lebih gampang dan terdengar lebih ke-Inggris-Inggris-an. Australia, walaupun tidak pernah menjadi negara yang homogen, sangat kental dengan nilai-nilai yang dipinjam dari budaya Inggris.

Sepakbola sudah lama ada di Australia tetapi selalu di bawah olahraga lain: cricket, footy, dan kedua jenis rugby: yaitu league dan union. Walaupun sepakbola berasal dari Inggris, di Australia, sepakbola menjadi olahraga yang populer di antara komunitas migran lain. Orang Australia yang keturunan Inggris lebih menggemari cricket, footy dan rugby. Di lain pihak, sepakbola digemari para ‘wogs’: yaitu, orang dari Eropa Selatan, Eropa Timur. Tim sepakbola, pada era NSL, secara umum, dibentuk oleh kelompok etnis tertentu. Para pendatang baru sering disalahkan sebagai pembuat masalah: dan ‘soccer’ terkenal lewat berita buruk saja – kerusuhan dan lain-lain. Si Les Murray melawan berita semacam ini dengan usahanya untuk mempromosikan sepakbola sebagai ‘olahraga yang paling popular’.

Screen Shot 2017-08-02 at 9.04.57 pmSepakbola Australia sudah lama menduduki posisi sulit di politik ras dan identitas nasional. Sebagai negara yang secara resmi berada di bawah kerajaan Inggris, orang yang berasal dari Eropa Timur diasingkan sebagai ‘yang lain’ atau ‘the other’. Les Murray, sebagai penyiar yang pintar, harus bernegosiasi dengan sebuah khalayak yang berkecenderungan menganggap dia ‘asing’. Dia memiliki posisi yang ‘di antara’: sebagai orang pengungsi tapi juga sebagai pendatang baru yang mencintai Australia. Les membicarakan dan mempromosikan sepakbola pada rakyat umum dengan semangat yang tak pernah padam. Dan, akhirnya, semakin banyak orang meyakininya: sepakbola bisa juga menjadi olahraga yang penting di benua ini.

Les terkenal sebagai komentator yang sangat peduli dengan pelafalan tepat; ini berlainan dengan gaya orang Australia yang anglo yang biasanya tidak memberi kepentingan pada perbedaan bahasa apalagi pelafalan. Dia selalu tampak ‘professional’ dengan wajah yang serius dan setelan rapi. Walaupun Les menjadi seorang ‘cult figure’ banyak orang juga tidak mengetahui dia berasal dari negeri mana: sampai ada lagu dari group pop Tism, yang mempertanyakan dia dari mana sebetulnya (1995). Wajahnya terkenal, tapi riwayatnya tidak begitu diketahui orang.

**

Les mungkin bisa dianggap sebagai pecinta sepakbola yang purist: dia sukai yang terbaik dari sepakbola dan dia tidak terganggu oleh politik dan budaya selebritisnya. Sebagai pecinta sepakbola, dia tergila-gila dengan olahraga ini sejak dia menonton tim legendaris Hungaria dengan pemain seperti Ferenc Puskas. Pada awal tahun 50-an ini tim sangat menguasai dunia sepakbola, tapi, celakanya, tak sampai menjadi juara di Piala Dunia. Riwayat dua orang ini akhirnya bertemu ketika pada dekade 80-an si Puskas menjadi pelatih tim Melbourne Selatan, dan Les sudah bekerja sebagai wartawan.

Perkembangan sepakbola di Australia tak pernah mulus. Seringkali ada pertikaian yang sengit antara orang dengan kepentingan berbeda. Si Les selalu tampak sebagai tokoh yang di atas pertikaian sehari-hari. Ini tidak berarti dia tidak memiliki sudut pandangannya tersendiri atau pikiran kritis terhadap masalah yang dialami komunitas sepakbola. Tetapi, Les selalu mementingkan perkembangan sepakbola dalam janga waktu panjang, daripada jangka waktu pendek. Dengan demikian, dia lebih banyak disukai dan dihormati daripada dianggap sebagai seseorang yang hanya mewakili kepentingan kelompok tertentu.

**

Sepakbola di Australia saat ini berada di ‘perempatan’ baru. Dua tokoh legendaris sudah tidak ada lagi: si Johnny Warren dan Les Murray. NSL sudah diganti dengan A-League. Dan sebagai ‘negara Sepakbola’, Timnas Socceroos sudah meninggalkan Oceania dan masuk ke Asia. Dan, Socceroos sudah menjadi juara konfederasi ini. Dan, walaupun tidak se-popular Timnas lelaki, tim Matildas, lebih berhasil di Piala Dunia. Para Matildas selalu bermain dengan cemerlang. Kompetisi A-League dianggap sedikit kurang dinamis dan membutuhkan tim baru dalam rangka ‘expansion’. Les Murray sudah meninggal sebelum impiannya terwujud dengan sebuah tim baru di Sydney selatan, yang didanai pengusaha dari Cina.

Les Murray sudah meninggal, tapi dia akan tetap dicintai selama orang tetap bermain sepakbola di Australia. Orang yang berkepentingan di dunia persepakbolaan Australia menangisi kepergiaannya: dari Frank Lowy, Craig Foster sampai wartawan olahraga dan para pecinta sepakbola seluruh Australia. Almarhum Les Murray meninggalkan banyak teman dan dikenang sebagai ‘wajah dan suara sepakbola Australia’; selama 30 tahun dia menjadi semacam kompas yang memandu perkembangan sepakbola di Australi. Zaman sudah berubah dan persepakbolaan jauh lebih rumit dibandingankan dengan zaman NSL. Les Murray adalah pelopor dan seorang pejuang yang dihormati, dicintai dan sungguh tidak akan pernah ada penggantinya.


Reading Sideways